PERSERA OASE 2017 – HARI KEDUA

Aku dan Anja tidur duluan, memang karena lelah. Tapi aku kebangun jam 2 pagi. Ternyata yang lain belum tidur. Tidak bisa tidur sebenarnya, jadi mereka cerita-cerita. Aku mengatakan kalau sudah jam 2 dan kami disuruh bangun jam 4 jadi kami tidur.

Kami sebenarnya menyalakan alarm jam 3.30 tapi tidak bunyi, karena tidak ada yang bangun. Untungnya jam 4.17 aku terbangun. Kami membangunkan regu yang lain dan menyiapkan untuk bikin sarapan.

Sarapan kami mie goreng bakso. Kami merebus mie, menggoreng bakso, dan memotong bawang sampai akhirnya jadi. Kami berbagi ke sebagian regu lain. Mie gorengnya sudah habis tapi kami masih kenyang. Jadi sesuai permintaanku (dari kemarin), kami bikin roti bakar. Rotinya ada lumayan jadi kami bagi-bagi ke hampir setiap orang (yang mau).

Waktunya materi. Tetapi sebelum materi kami main dulu sebentar, main samurai.

Kami dibagi menjadi dua regu materi grup 1 dan 2. Yang satu akan diaajarkan Manajemen pelajaran dan yang satu lagi belajar Jungle Surviving. Setelah keduanya selesai, akan dituker materinya.

Mempelajari Jungle Surviving (c) Kakak-kakak Montana

Pertama aku mempelajari Jungle Surviving bersama kak Elly dan kak Fale. Kami diajarkan, jika kami tersesat apa yang harus dilakukan? STOP itu kata aksi juga sebuah singkatan. S di STOP itu Sit, duduklah dan tenangkan diri. T-nya adalah Think, pikirlah dulu apa yang harus dilakukan dan caranya. O, Observe, observasi sekitar, apakah ada yang dapat digunakan? P, Plan, rencanakan apa yang akan dilakukan.

Diluar juga ada kemungkinan besar akan kekurang hal untuk dikonsumsi yang dibawa. Bisa saja makan tumbuhan tapi dengan ciri-ciri berikut. Warna tidak terlalu mencolok, dapat dicoba di kulit, tidak bergetah, dan tidak ada bulunya (Kadang ada buah/daun yang berbulu).

Binatang juga jangan makan yang giginya bertaring, atau bangkai, atau yang warnanya mencolok.

Ada beberapa penyakit yand dapat terjadi di gunung. Seperti Hyporthermia atau kedinginan. Ini salah satu penyebab kematian di gunung yang sering terjadi. Hyporthermia dapat terjadi karena kurang gizi, kurang siap (mental, dll), dan kurang persiapan (Dalam sisi alat).

Kemudian kami naik keatas (ada hutan yang rada lebat diatas) dan melihat tanaman-tanaman yang ada.

Jungle Surviving – (c) Kakak-kakak Montana

Ada daun Babadotan yang dapat menghentikan pendarahan diluar kulit. Kecubung yang dapat dihisap bunganya untuk penyakit Asma. Begonia yang rasanya asam untuk seger2an. Ganyong, sebuah umbi dengan dahan tebal yang dapat digunakan sebagai atap survival. Kiurat, untuk pegel-linu. Harendong, rasanya manis dan yang dimakan bunganya, JANGAN daunnya. Kumis Kucing, dapat membantu buang air kecil dengan cara direbus dan diminum. Tapakdora, dapat menyembuhkan tumor dan kanker.

Tanaman lain yang dikatakan bagus itu akar gantung, dapat menjadi tali yang kuat dan juga sumber air. Kunyit, menyembuhkan magh. Kami turun kebawah dan pindah materi.

Mempelajari Manajemen Perjalanan – (c) Kakak-kakak Montana

Manajemen Perjalanan. Manajemen adalah apa? Manajemen adalah program, kurikulum, dan pembiayaan. Dan perjalanan adalah perpindahan dari titik A ke B. Di Manajemen Perjalanan ada yang namanya ROP, Rencana Operasi Perjalanan. Ada 4 langkah yang harus dilakukan:

1. Perencanaan
2. Persiapan
3. Pelaksanaan
4. Evaluasi

1. Perencanaan: Dalam perencanaan ada 6 hal yang harus diperhatikan 5W 1H, What, When, Where, Who, Why, dan How? What, apakah tujuan kita? When, kapankah dilakukan? Where, dimana kah akan kita lakukan? Who, siapa saja? Why, mengapa melakukannya? How, bagaimana caranya?

2. Persiapan: Untuk melakukan sebuah perjalanan, kami perlu mempersiapkan mental dan fisik kami. Dan juga informasi dan perlengkapan. Ada tiga tahap persiapan, dasar, khusus, tambahan. Di perlengkapan dasar ada Layering System, Sleeping System, dan Sheltering system. Layering system itu seperti baju yang dikenakan. Sleeping system itu seperti matras dan sleeping bag. Dan Sheltering system adalah tenda.

Perlengkapan Khusus itu seperti persiapan makanan dan kompas. Kalau tambahan itu ya.. Tambahan.

3. Pelaksanaan: Setelah sudah direncanakan dan di persiapkan, waktunya dilaksanakan. Ketika dilaksanakan ada bagusnya jika dibikin rundown atau rencana acara. Agar tidak bingung ingin melakukan apa.

4. Evaluasi: Mengevaluasi diri setelah sudah kembali, apa yang kurang? Apa yang dapat diperbaiki?

Dan sekian materinya.

Kami istirahat sebentar dan menyiapkan barang untuk pergi ke Air Terjun! Kami keatas gunung dan menghabiskan waktu yang lumayan lama. Awalnya perjalanannya biasa saja dan lumayan lebar. Tapi makin naik makin sempit dan menanjak. Batu pun mulai tidak beraturan ukuran dan bentuknya. Memang sangat melelahkan tapi hasilnya…

Air terjunnya bagus sekali! Memang tidak terlalu besar tapi bagus sekali pemandangannya. Sebagian besar airnya setinggi sedikit dibawah lututku. Tapi ada satu bagian dari air terjun itu yang dalamnya 4 meter! Yang laki (terutama Kak Dhifie dan Ceca) masuk kedalam berkali-kali. Aku juga masuk, tapi hanya dua kali.

Setelah bermain lumayan lama, kami kembali lagi ke camping ground untuk makan siang.

Kami sudah disiapkan nasi liwet oleh kakak-kakak pembina yang lain. Tapi regu putri cuman hanya bisa makan 2-5 suap karena kepenuhan dan harus beres-beres barang.

Foto terakhir bersama – (c) Kakak-kakak Montana

Kami yang seharusnya sudah dibawah dan naik angkot menuju stasiun jam 3. Terperangkap di hujan sampai jam 5. Tapi akhirnya kami dapat turun dan naik angkot dan sampai di stasiun Bogor jam 7. Di stasiun Bogor kami berpisah dengan dua orang. Di stasiun Citayam dengan 1. Dan di stasiun lain juga. Sampai akhirnya tiba di rumah sendiri.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *