Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – KONGRES Anak Merdeka

Puncak acara Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif adalah KONGRES Anak Merdeka. KONGRES itu seperti rapat besar atau sidang, sidang yang ini membicarakan hak-hak anak. Kami di bagi menjadi 9 kelompok yang dibagi berdasarkan kelas. Di kelompokku ada Emma, Jeno, Meda, dan Nane. Kami membicarakan beberapa hal.

Yang pertama tentang pengendara motor di bawah usia. Belakangan ini, kami lumayan sering lihat pengendara motor di bawah usia. Alasan-alasannya bisa berbeda-beda. Bisa saja karena gensi, atau karena tren, mungkin juga terpengaruh sesuatu. Baik teman atau yang di lihatnya. Salah satu yang kami tahu adalah sinetron. Di sinetron mungkin kelihatan keren, jadi mereka ingin kelihatan keren ditambah dengan rasa ingin tahunya. Mengapa pengendara motor di bawah usia bahaya? Karena bahaya dapat timbul karena perasaan “bebasnya”. Emosi mereka juga kurang stabil. Kurang bertanggung jawab dan belum memiliki surat. Kalau terjadinya kecelakaan (bagi pengedara maupun sekitarnya), yang kena orangtua.

Solusinya bisa saja untuk orangtua, mereka harus memperhatikan anaknya lebih banyak. Dan untuk film pula, nonton yang sesuai umur atau yang di bolehkan orang tua.

Ada juga masalah bullying. Bullying bisa dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang memilih teman dan membuatnya kurang percaya diri. Ada yang melakukan kekerasan-kekerasan. Alasan bisa berjenis-jenis, karena iri, karena merasa yang dibully aneh, karena masalah pribadi yang ditumpahkan ke orang lain, atau ingin berkuasa. Mengapa ini kami omongkan? Karena membully dapat menurunkan kepercayaan diri kedua pihak (Bullynya dan yang di bully), dan menimbulkan depresi.

Solusinya. Tak semua masalah harus di selesaikan dengan kekerasan. Bisa saja dibicarakan dengan hati-hati. Rasa iri juga harus dijaga, karena kalau ada seseorang yang memiliki kelebihan. Mereka juga pasti punya kekurangan. Ingin berkuasa juga kurang baik, harus berbagi.

Beberapa jam setelah diskusi per kelompok, kami berdiskusi semuanya. Diskusi berlangsung dari sekitar jam 2-an sampai jam 11 malam.

Keesokan harinya, kami kembali ke Salam (Membawa tas karena hari terakhir) untuk menelaskan hasil diskusi kami kepada orang tua. Orang tua juga melakukan diskusi, mereka dibagi menjadi 3 grup. A, B, dan C. Hari terakhir berlangsung dengan lancar. Penutupannya dikatakan dan kami mulai bernyanyi bersama teman-teman yang lain.

Aku dan kakak jalan sebentar memindahkan tas ke homestay tempat panitia, ibu dan bapak tidur. Dan foto bersama. Kami bertemu dengan tante Ira (Ira jogja.) yang hendak menganar kami dari Jogja, ke Semarang.

kongresanak

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *