Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – Bermain ke Semarang

Pada hari minggu itu, tante Ira membawa mobilnya yang besar dan mengantar kami ke Semarang. Kami berangkat jam 3-an, dan sampai di Semarang lumayan malam. Di Semarang, kami menuju ke Rumah Bhakti Ibu. Yaitu rumah bersalin. Kata ibu, kita akan tinggal disitu beberapa hari. Aku, ibu, dan kakak beristirahat di salah satu ruang untuk ibu hamil atau beberapa hari setelah melahirkan. Di sana baunya…. Aneh. Asing lebih tepatnya. Yang kumaksud itu kamarnya. Kamarnya juga berwarna pink di mana-mana. Dinding, korden, tempat tidur, lemari, bahkan kamar mandinya pink. Lucu.

Di koridornya berbau normal. Paginya aku bertemu dengan keluarga tante Annette yang juga ikut acaranya ibu. Ada juga keluarga tante Moi. Tante Ellen juga mengenalkanku kepada anaknya, yaitu Vima. Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mendapatkan kenyamanan. Tetapi setelah bermain game yang greget, kami jadi makin dekat. Di tengah-tengah koridor (atau pas didepan pintu masuk utama), ada perosotan kecil dan dua kuda-kudaan. Melupakan umur kami yang sebenarnya, kami (Aku, Fattah, dan Vima) bermain disitu. Kami bermain-main sambil menjaga dan menemani Doti (Anak tante Annette).

Di situ kami mulai memanggil Fattah “Babysitter” karena dia yang paling tua (:P). Vima (yang rumahnya dekat banget dari situ) mengajak kami ke lantai atas dan jalan-jalan. Kami bermain bola, mencari bunga, dan main catur.

Tante Moi menginapnya di hotel jadi pulang duluan. Kami hendak makan malam! Kami pergi ke Simpang Lima. Yaitu seperti alun-alun di tengah kota, tetapi memiliki lima persimpangan. Di situ kami makan malam dan jalan-jalan. Aku mencoba menyetir sepeda yang ada dekorasinya, dan juga dengan 2 kursi di belakang. Setelah bermain juga di taman di situ. Kami balik lagi ke Rumah Bhakti Ibu dan istirahat.

Esoknya, acaranya ibu dimulai lagi. Kami bermain komputer sebentar, bermain catur, juga bermain kuda-kudaan. Sorenya, kami berkunjung ke rumahnya tante Vivi. Di sana ada Vima dan teman-temannya yang sedang Aikido. Di sana ada kelinci, anjing, ayam, kolam kecil. Pokoknya banyak deh!

Setelah berkunjung kami pergi makan di sebuah tempat yang lumayan nyaman. Di sana aku bertemu dengan Aruna. Kami bermain bersama mengejar satu sama lain. Dan juga mengejar-ngejar babysitter (Fattah :P).

Di Rumah Bhakti Ibu, aku dan Aruna bermain UNO Stacko bersama Nara (Adiknya) dan juga bertukar nomor kontak. Kami berbincang tentang ini dan itu dan istirahat di kamar masing-masing.

Esoknya, kami packing kembali dan mengangkut tas-tasnya ke mobil tante Ira. Kami sekarang akan pindah dan bergerak ke tempatnya om Ilik. Di situ kami bermain kartu dan Othello dan lainnya. Siang, setelah makan siang. Anak-anak bergerak menuju ke rumah tante Vivi. Kecuali Aruna yang langsung pulang ke Jogja. Di rumah tante Vivi, sebagian besar anak bermain di kolam, yang lain istirahat, dan sisanya bikin klepon. Aku bikin klepon bersama Naila dan Intan. Ternyata lumayan gampang.

rumah-om-ilik

Setelah kami dijemput, kami balik lagi ke rumah om Ilik. Malamnya ada acara lagi dan ada Aza yang datang. Di kamar, selagi orang tua ngobrol, kami di atas rusuh sendiri sambil lempar-lempar bantal. Setelah kakak dan kak Nabilla datang kami langsung diam. Akhirnya kami main ToD dan ngeprank call teman-teman kita. Hehehe.

Setelah tamu pergi, aku dan Domi berenang di kolam berenang. Setelah itu langsung tidur :).

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *