OASEksplorasi 2017 – Pulang (Day 4)

Kamis, 19/10/2017. Hari itu adalah hari terakhir kami para OASEksplorer akan berada di Pulau Harapan. 4 hari telah lewat sejak kami berangkat dari Jakarta hari Senin kemarin. Banyak sekali pengalaman-pengalaman baru yang kami alami.

Kami bangun pukul 5 pagi ini. Tas sudah kami pack kemarin malam. Ibu Jejah memanggil kami untuk sarapan terakhir kami di Pulau Harapan. Kami diberikan juga kerupuk dan pempek sebagai oleh-oleh dan membuat “foto keluarga”. Sayangnya, Pak Sahroni sudah berangkat memancing hari itu, jadi kami hanya foto ber-empat bersama Ibu Jejah.

(c) Kak Lini

Kak Lini menjemput telah menjemput kami. Setelah pamit, kami jalan menuju meeting point. Meeting pointnya adalah persimpangan PKBM yang kami lewati waktu hari pertama. Disana yang lain sudah berkumpul kecuali Kak Dhifie dan Husayn yang perlu mengambil sebuah barang yang ketinggalan. Setelah semua sudah berkumpul kami jalan menuju pelabuhan.

Di jalan, kami jalan bersebelahan tentang kejadian sebelumnya, oleh-oleh yang diberikan, dan apa saja yang terpikirkan di otak. Di pelabuhan Pulau Kelapa, kapal Sabuk Nusantara 66 sudah siap berangkat dengan pintunya terbuka lebar. Tapi sebelum masuk, para mentor meminta kami foto dulu sebentar. Kapal sudah terisi dengan orang yang lumayan banyak jumlahnya. Seperti kemaren kami mengambil satu row dari deretan bunk-bed di lantai bawah.

(c) Kak Anne

Tidak tahu kenapa, ombak terasa kuat sekali. Jadi gerakan kapal pun bergoyang dengan kencang. Akibatnya, beberapa dari kami sempat mual dan tidak benyak beraktivitas.

Di kapal kami bermain kartu, menari-menari, melihat-lihat foto-foto aib yang diambil satu sama lain dan juga berinteraksi dengan penumpang lain kapalnya. Perjalanan tidak terasa selama yang sebelumnya. Mungkin karena aku tidur?

(c) Kak Sari

Dengan hanya beberapa jam lamanya, kami tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa. Di sana sudah ada orangtuanya Fattah menjemputnya, dan juga sebuah Bis Transjakarta yang menjemput penumpang kapal ke Stasiun Jakarta Kota. Sebagian besar dari kami naik ke Transjakarta karena akan pulang menggunakan kereta.

Di TPO (Tempat Penyebrangan Orang) Jakarta Kota, kami bertemu dengan keluarganya Katya yang datang menjemput. Kami jalan ke stasiun dan mencium sebuah bau yang seperti menandakan kami sudah di Jakarta. Bau AW. AW yang sering dibeli untuk makan siang ketika masih masa OFEST.

Di stasiun, kami diberi waktu untuk membeli sesuatu untuk menahan kelaparan perut. Aku dan Anja beli Roti Maryam, Adiva dan Katya beli youghurt J.CO, ada yang beli donat, dan sifat zero wastenya seperti menghilang karena kelaparan.

Akhirnya semua sudah membeli dan mengkonsumsi makanan yang dibeli masing-masing. Kami dibagi menjadi dua kelompok, kelompok Bekasi dan Bogor untuk naik kereta. Kereta arah tujuan akhir Bekasi sudah jalan duluan. Kami yang tujuan akhir Bogor naik kereta yang baru datang. Ternyata Kak Lini yang seharusnya ikut rombongan Bekasi tertinggal ketika sedang beli minum. Jadi Kak Lini ikut rombongan Bogor dan turun di Manggarai.

Di kereta, satu persatu turun dan berpisah. Sampai akhrinya waktunya aku turun, di Stasiun Tebet. Di Tebet kami berpisah dengan yang lain dan pergi menuju rumah.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *