OASEksplorasi 2017 – Bermain di Laut (Day 2)

Selasa, 17/10/2017. Ratri dan Syifa membangunkanku pukul 5 pagi. Ketiga alarm kami nyala di waktu yang hampir sama. Ketika sudah sadar, kami menyiapkan tas dan pakaian. Setelah sarapan, kami langsung jalan ke Taman Terpadu.

Taman Terpadu menjadi meeting point kami untuk kegiatan hari itu. Ketika kami sampai ada suatu hal yang membuatku kesal. Sebagian besar kelompok lain sudah datang, mengenakan pakaian renang ditutupi baju ganti, dan mereka sudah menjajah ayunannya >:(

(c) Kakak Mentor (Lupa dari siapa)

Sekitar pukul 7, 23 anak dan 7 mentor sudah di kapal mengenakan lifevest. Tujuan pertama, Pulau Kayu Angin Bira!

(c) Kaysan

Kayu Angin Bira merupakan pulau yang dijaga kelestariannya karena tempat itu merupakan spot bertelurnya penyu. Kami pergi dalam kelompok-kelompok kecil sambil membawa karung dan memungut sampah yang hanyut di pantai. Plastik, kaca, stryfoam hancur, dan bahkan sendal jepit dapat terlihat hanyut di pantai. Setelah kurang lebih 40 menit bersih-bersih, kami naik kapal lagi dan pergi untuk kegiatan berikutnya.

(c) Kaysan

Kegiatan berikutnya merupakan snorkeling. Yeeee. Kapal kayu kami berhenti di perairan Pulau Kayu Angin Genteng. Kami diberi waktu untuk siap-siap snorkeling, jadi kami pakai pakaian renang, fin, dan snorkle. Satu-per-satu kami turun dari kapal dan mencoba mengapung di air. Sayangnya Adiva dan Katya tidak ikut snorkeling dan berenang karena sedang sakit.

(c) Kaysan

Walaupun ada sedikit masalah dengan snorkleku yang membuatku menelan air yang asin banget berkali-kali, aku masih dapat melihat pemandangan bawah laut yang indah dan juga… Ikan hias! Ikan hiasnya LUCU BANGEEET. Ada yang garis-garis, polos, warna-warni, terus ada juga ikan lain yang bukan ikan hias. Ini juga pertama kali aku melihat terumbu karang beneran, karangnya keren banget! Beberapa dari kami ada juga yang diperbolehkan untuk melepas lifevest dan menyelam. Aku ikut menyelam beberapa kali.

(c) Adiva

Setelah snorkeling kami pergi ke Pulau Perak. Di Pulau Perak airnya biru terang dan ombaknya halus. Tapi selain pemandangannya, ada hal laing yang bikin kemi teriak-teriak. Ada ayunan! Dan siang itu kami berebutan ayunan lagi. Kami makan siang dan main-main di pantai. Antara itu berenang-berenang, lempar pasir, membuat kerajaan, atau menutupi teman dengan pasir. Kak Andit juga mengajak beberapa dari kami untuk bikin tulisan OFEST di pasir.

(c) Adiva

Beberapa meter lebih jauh dari yang lain ada beberapa dari kami yang snorkelling di bagian yang sedikit lebih dalam. Mereka menemukan babi laut dan membawanya ke pantai. Tapi tak terlalu lama setelahnya membawanya kembali ke lautan.

Pukul 14, kami sudah kembali ke Pulau Harapan, dan berpisah sehabis foto bersama. Di rumah kami mandi dan membereskan barang-barang. Setelahnya kami makan malam. Saat makan malam, kami bertanya ke Ibu jenis makanan apa yang suka dimasaknya dengan ikan. Salah satu jawabanya adalah ikan bumbu kuning, katanya ia akan masak kapan-kapan. Malam ini Kak Lini berkunjung lagi dan kami keluar untuk mencari tempat yang nyaman untuk melakukan refleksi.

Pada refleksi, Kak Lini memberi pertanyaan sebagai refleksi tentang sampah yang ditemukan di Pulau Kayu Angin Bira. Kami juga ditanya tentang kemajuan output. Refleksi berjalan lebih lama dari yang lain dikarenakan Syifa yang kadang belok-belok topik pembicaraannya.

Selesai refleksi, kami balik ke rumah dan istirahat.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *