Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – Bermain ke Semarang

Pada hari minggu itu, tante Ira membawa mobilnya yang besar dan mengantar kami ke Semarang. Kami berangkat jam 3-an, dan sampai di Semarang lumayan malam. Di Semarang, kami menuju ke Rumah Bhakti Ibu. Yaitu rumah bersalin. Kata ibu, kita akan tinggal disitu beberapa hari. Aku, ibu, dan kakak beristirahat di salah satu ruang untuk ibu hamil atau beberapa hari setelah melahirkan. Di sana baunya…. Aneh. Asing lebih tepatnya. Yang kumaksud itu kamarnya. Kamarnya juga berwarna pink di mana-mana. Dinding, korden, tempat tidur, lemari, bahkan kamar mandinya pink. Lucu. Di koridornya berbau normal. Paginya aku bertemu dengan keluarga tante Annette yang juga ikut acaranya ibu. Ada juga keluarga tante Moi. Tante Ellen juga mengenalkanku kepada anaknya, yaitu Vima. Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mendapatkan kenyamanan. Tetapi setelah bermain game yang greget, kami jadi makin dekat. Di tengah-tengah koridor (atau pas didepan pintu masuk utama), ada perosotan kecil dan dua kuda-kudaan. […]

Continue Reading

Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – KONGRES Anak Merdeka

Puncak acara Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif adalah KONGRES Anak Merdeka. KONGRES itu seperti rapat besar atau sidang, sidang yang ini membicarakan hak-hak anak. Kami di bagi menjadi 9 kelompok yang dibagi berdasarkan kelas. Di kelompokku ada Emma, Jeno, Meda, dan Nane. Kami membicarakan beberapa hal. Yang pertama tentang pengendara motor di bawah usia. Belakangan ini, kami lumayan sering lihat pengendara motor di bawah usia. Alasan-alasannya bisa berbeda-beda. Bisa saja karena gensi, atau karena tren, mungkin juga terpengaruh sesuatu. Baik teman atau yang di lihatnya. Salah satu yang kami tahu adalah sinetron. Di sinetron mungkin kelihatan keren, jadi mereka ingin kelihatan keren ditambah dengan rasa ingin tahunya. Mengapa pengendara motor di bawah usia bahaya? Karena bahaya dapat timbul karena perasaan “bebasnya”. Emosi mereka juga kurang stabil. Kurang bertanggung jawab dan belum memiliki surat. Kalau terjadinya kecelakaan (bagi pengedara maupun sekitarnya), yang kena orangtua. Solusinya bisa saja untuk orangtua, mereka harus memperhatikan anaknya […]

Continue Reading

Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – Hari Pertama

Beberapa minggu yang lalu, ibu dan bapak menjelaskan bahwa kita akan jalan-jalan ke Jogja dan Jawa Tengah. Perjalanannya akan berlangsung relatif lama, sekitar 10 hari. Dan perjalanannya akan lebih ke sisi ‘menemani’ bapak dan ibu kerja. Hari selasa (18/10/16) kemarin, kami bangun jam 4-an pagi dan memperiksa barang-barang yang kami sudah packing kemarin. Jam 5-nya, kami berangkat ke Stasiun Senen dengan mobil. Sampai di stasiun, bapak pergi mencetak tiket-tiket kami. Setelah bapak balik dari tempat pencetakan tiket, bapak meminta aku, kakak, dan Duta untuk mencetak tiket milik ibu yang belum bapak cetak. Aku membayangkan itu bakal rumit, ternyata sederhana. Setelah masuk dan menunggu sebentar di peron, kereta kami, yang bernama “Gajah Wong”, datang. Kami naik ke gerbong nomor 2 yang ekonomi dan mencari kursi kami. Ketika kereta berangkat gerbong kami memiliki baaannnyyyaak sekali kursi kosong, rasanya seperti menyewa gerbong sendiri. Kereta kami berangkat dari jam 6:45 sampai 14:55 jadi kami […]

Continue Reading

Tantangan Eksplorasi – Rangi atau Pancong?

Makanan non-terigu favoritku adalah kue pancong. Yang aku kira bernama rangi, tapi ternyata berbeda. Rangi adalah kelapa tua yang diparut kasar, ditambahkan tepung sagu dan diberi saus manis diatasnya. Sedangkan pancong atau gandos, adalah kelapa muda diparut halus dan ditambahkan tepung beras. Terkadang ditaburi gula, atau dioleskan mentega. Pancong memiliki rasa yang unik, ia gurih, asin, tetapi manis. Aku bertanya kepada seorang penjual kue pancong di dekat Pasar Ciplak. Terkadang setelah belanja di pasar, kami membeli kue pancong tersebut. Dia mengetahui resepnya sejak lama, tetapi lupa mengetahuinya dari siapa. Ia biasa belanja gula, garam, dan tepung beras di warung. Sedangkan membeli kelapa mudanya di Pasar Ciplak. Keesokan harinya, aku melakukan wawancara lagi. Aku ke Pasar Ciplak dan mencari penjual kelapa. Ternyata banyak yang menjual kelapa di sana, tetapi aku memilih seorang wanita di tengah deretan para penjual itu. Setiap hari, kelapa-kelapa dikirim ke Pasar Ciplak, tetapi jam kedatangannya tidak pasti. Setelah itu […]

Continue Reading

Tantangan Explorasi – Wawancara Penjual – Part 2

Minggu lalu, kami menentukan orang yang akan kami wawancara. Tugas minggu ini, adalah untuk mewawancara dan menceritakan hasil wawancara. Yang ku wawancara adalah penjual martabak didekat rumah ku. Dan ini adalah hasil dari informasi yang kudapatkan. Jurnal Revleksi P. Bagaimana perasaanmu saat melakukan wawancara? J. Awalnya sedikit gugup, tapi untungnya aku mengajak Duta untuk menemaniku, jadi kegugupanku berkurang. P. Apa hal baru yang kamu ketahui/pelajari dari tantangan ini? J. Aku mempelajari bahwa orang yang baik itu banyak! Aku juga belajar bikin komik! 😛 P. Apa yang kebingungan/kesulitan/kendala yang kamu rasakan/temui ketika mengerjakan tantangan ini? J. Waktu sudah mendapatkan informasi. Waktu itu aku sangat bingung karena tidak tahu ingin menjadikan informasi ini menjadi karya apa. Tapi pada akhirnya aku membuat komik karena itu melekat dengan gambar. P. Bagaimana cara kamu berdiskusi dengan teman? J. Memakai WhatsApp, tadinya sangat bingung mengontak Anja bagaimana tapi pada akhirnya berhasil berdiskusi tentang tugas ini. P. […]

Continue Reading
1 2 3 8