HARI KEDUA PERJALANAN JAHE EKSPLORASI

Rabu, 23 November 2016. Pagi-pagi, kami dibangunkan pukul 4.30. Ada roti, teh celup, dan susu kental manis di meja makan untuk sarapan awal. Usai cuci muka dan minum air putih, aku sarapan roti sambil menunggu waktu berangkat untuk kegiatan pagi. Waktu menunjukkan pukul 5 lebih, berarti waktunya jalan untuk kegiatan pagi. Langit di luar masih gelap jadi lumayan sulit untuk melihat-lihat. Kami berjalan menuju tempat pak Anda yang memiliki sapi. Kami akan dijelaskan proses memerah susu. Saat kami sampai di sana, pak Anda sedang memandikan dua sapi yang akan diperah susunya. Sapi pertama (Aku panggil dia A aja ya :P) adalah sapi betina yang berumur sekitar 5 tahun. Sapi kedua (yang ini dipanggil B :P) juga betina, dia berumur sekitar 2 tahun. Sapi B sedang hamil, jadi susunya lebih sedikit dan agak gampang marah. Pak Anda juga punya sapi jantan yang usianya baru beberapa bulan. Setelah membantu memerah dan memandikan […]

Continue Reading

KEBERANGKATAN KELOMPOK JAHE EKSPLORASI

Selasa pagi, 22 November 2016. Aku bangun pukul 4:44. Terima kasih kepada alarm yang telah kupasang untuk menyala lebih pagi dari biasanya. Aku keluar sebentar untuk mengumpulkan kesadaran dan membangunkan Bapak dan Ibu. Aku segera mandi, memeriksa barang-barang, menyiapkan bekal makan siangku dan kemudian sarapan. Setelah sarapan, aku menunggu ibu, bapak, kakak, dan Duta untuk siap. Pukul 6 lebih sedikit, kami berangkat menuju Stasiun Gambir. Perjalanan dari rumah ke Gambir sekitar 1 jam. Kami bertemu dengan teman-teman yang lain di pintu dekat KFC atau pintu Selatan Gambir. Di situ kami mencetak tiket masing-masing. Sambil menunggu jadwal keberangkatan, kami bermain kartu. Setelah semuanya berkumpul, kami berdelapan bersama kak Shanty naik ke peron. Hari itu adalah hari pertama dari perjalanan kami. Kami, anak-anak dari kelompok Jahe Eksplorasi hendak berangkat ke Bandung untuk melakukan riset. Ada aku(Tata), Anja, Husayn, Aza, Adam, Alevko, Naufal, dan Raka. Kami akan melakukan perjalanan 3 hari dua malam […]

Continue Reading

Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – Bermain ke Semarang

Pada hari minggu itu, tante Ira membawa mobilnya yang besar dan mengantar kami ke Semarang. Kami berangkat jam 3-an, dan sampai di Semarang lumayan malam. Di Semarang, kami menuju ke Rumah Bhakti Ibu. Yaitu rumah bersalin. Kata ibu, kita akan tinggal disitu beberapa hari. Aku, ibu, dan kakak beristirahat di salah satu ruang untuk ibu hamil atau beberapa hari setelah melahirkan. Di sana baunya…. Aneh. Asing lebih tepatnya. Yang kumaksud itu kamarnya. Kamarnya juga berwarna pink di mana-mana. Dinding, korden, tempat tidur, lemari, bahkan kamar mandinya pink. Lucu. Di koridornya berbau normal. Paginya aku bertemu dengan keluarga tante Annette yang juga ikut acaranya ibu. Ada juga keluarga tante Moi. Tante Ellen juga mengenalkanku kepada anaknya, yaitu Vima. Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mendapatkan kenyamanan. Tetapi setelah bermain game yang greget, kami jadi makin dekat. Di tengah-tengah koridor (atau pas didepan pintu masuk utama), ada perosotan kecil dan dua kuda-kudaan. […]

Continue Reading

Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – KONGRES Anak Merdeka

Puncak acara Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif adalah KONGRES Anak Merdeka. KONGRES itu seperti rapat besar atau sidang, sidang yang ini membicarakan hak-hak anak. Kami di bagi menjadi 9 kelompok yang dibagi berdasarkan kelas. Di kelompokku ada Emma, Jeno, Meda, dan Nane. Kami membicarakan beberapa hal. Yang pertama tentang pengendara motor di bawah usia. Belakangan ini, kami lumayan sering lihat pengendara motor di bawah usia. Alasan-alasannya bisa berbeda-beda. Bisa saja karena gensi, atau karena tren, mungkin juga terpengaruh sesuatu. Baik teman atau yang di lihatnya. Salah satu yang kami tahu adalah sinetron. Di sinetron mungkin kelihatan keren, jadi mereka ingin kelihatan keren ditambah dengan rasa ingin tahunya. Mengapa pengendara motor di bawah usia bahaya? Karena bahaya dapat timbul karena perasaan “bebasnya”. Emosi mereka juga kurang stabil. Kurang bertanggung jawab dan belum memiliki surat. Kalau terjadinya kecelakaan (bagi pengedara maupun sekitarnya), yang kena orangtua. Solusinya bisa saja untuk orangtua, mereka harus memperhatikan anaknya […]

Continue Reading

Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif

Jum’at (21/10/2016) pagi, kami kedatangan tamu yaitu tante Mella. Tante Mella baru datang dari stasiun kereta. Tante Mella juga ikut acaranya, jadi pagi sekitar jam 7-an ibu dan tante Mella pergi ke Salam (Sanggar Anak Alam) duluan. Tak lama kemudian bapak juga pergi duluan. Beberapa jam setelah itu, kami diajak teman-teman (Atau murid atau saudara, kurang tahu) tante Ira (dari ERUDIO School of Art) untuk ke Salam. Hari itu juga kami check-out dari homestay. Suasana di Salam sudah berbeda dibandingkan dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Di Salam ada tenda besar dan banyak kursi. Ada juga peserta-peserta dari lembaga-lembaga lain. Di sana ibu mengatakan karena tante Mella perwakilan dari Klub OASE, aku dan kakak jadi “anak”-nya tante Mella. (Anak itu maksudnya kayak pengikut, jadi kita ngikutin tante Mella) Acara sudah mau mulai, jadi aku duduk di sebelah salah satu murid tante Ira. Namanya kak Joja, kelas 2 SMA. Setelah kenalan dikit, pembukaan dimulai. […]

Continue Reading