PERSERA OASE 2017 – AWAL PERJALANAN

Sudah sekitar sebulan kami diberi tahu bahwa kami akan camping tanpa orangtua dan akhirnya kami benar-benar camping tanpa orang tua. Tanpa Kak Shanty maupun Kak Andit. Kami ditemani oleh kakak-kakak pembina dari Montana. Tema kami masih pramuka jadi kami pulang-pergi pakai baju pramuka. Ada lima regu yang berpartipasi yaitu…

Continue Reading

BEKONG, GANYONG, DAN HARI KEDUA

Hari sebelumnya, sebelum kami tidur. Aruna mengatakan bahwa kemungkinan besar kami harus bangun pagi. Jadi kami menyalakan alarm pukul 4.15 kepada handphone Liris dan Aruna. Dan juga alarm pukul 4.16 kepada iPod Aruna. Ternyata kami kepagian sekali, jadi kami tidur lagi. Kami bangun lagi jam 5, dan pergi mengambil air. Berhubung aku dan Aruna mau ujian, kami mengerjakan soal IPA. Ketika kami sudah selesai dengan IPA, kami diminta untuk pindah ruangan. Jadi kami pindahan sebentar dan mengerjakan soal BI. Tak lama setelah dimulai, kami semua dipanggil oleh Ummi. Kami diminta untuk mengambil daun pisang, dan juga merobeknya jadi segi panjang yang banyak. Segi panjang tersebut dibikin jadi bekong. Bentuknya silinder, yang bolong ditengah. Bekong tersebut diisi dengan tanah yang sudah disiapkan. Setelah diisi, bekong ditanami bibit. Ada 4 jenis bibit. Yang pertama adalah bibit warisan. Bibit warisan, seperti dinamanya, adalah bibit yang diwariskan. Bibit lokal adalah bibit yang didapatkan dari […]

Continue Reading

RENCANA DADAKAN DAN HARI PERTAMA

Selain perjalanan ke Garutnya, perencanaannya pun seru. Hari itu hari Sabtu, aku sedang di Rockstar menunggu kelas. Sambil menunggu aku menontak Aruna. Aruna menceritakan perjalanan yang akan dialaminya dengan kak Andro dan kak Liris. Tiba-tiba dia mengajakku. Dan ternyata jadwal keberangkatannya itu kurang dari satu minggu. Walaupun dadakan, aku tetap ikut! Bersama dengan kak Zaky, Fattah, dan Husayn. Pukul 5 pagi aku sudah bangun, segera aku mandi dan sarapan. Pukul 6.15-nya aku, ibu, dan bapak sudah siap berangkat. Perjalanannya muter2 karena Pasar Senen kebakaran. Jadi kami baru sampai Stasiun Pasar Senen pukul 7.52. Disana kami bertemu dengan kak Zaky. Mengingat kalau kami naik kereta siang, aku dan Kak Zaky beli makan siang di warung dekat stasiun, untuk makan di kereta. Ketika kami balik, kami menunggu Husayn dan Fattah. Sekitar 15 menitan kami sudah lengkap. Kami pamit ke orangtua masing2 dan naik ke peron. Kereta kami adalah Serayu Pagi. Kursi kami […]

Continue Reading

HARI TERAKHIR PERJALANAN JAHE EKSPLORASI

Hari ke-3. Hari terakhir. Kamis, 24 November 2016. Kami bangun sekitar pukul 4:30. Untuk menyadarkan diri, aku mencuci muka dan naik ke kamar laki-laki untuk bermain kartu. Karena bermain kartu agak membosankan, Raka mengajak kami semua untuk jalan pagi. Kami tadinya berdelapan. Tetapi karena asma-nya Alevko kambuh, Husayn dan Alev tidak melanjutkan perjalanan dan kembali ke rumah kak Fani. Kami berjalan di jalanan yang luas dan menanjak. Walaupun melelahkan, udara segar membuat perasaan capek kami menjadi hilang. Kami melewati jalan yang dikelilingi pohon di kanan dan kiri. Cantik sih cantik, tapi di tengah-tengah pohon-pohon itu, atau tepat di atas kami, ada jaring laba-laba dan laba-laba yang besar. Tadinya kami ingin berjalan lebih jauh, tetapi kak Ari meminta kami segera turun kembali ke tempat penginapan. Dalam perjalanan turun, kami sekalian mampir dan pamit kepada Pak Anda sambil membantunya membawa susu ke koperasi. Sampai di rumah kak Fani, kami langsung bersih-bersih badan […]

Continue Reading
1 2 3 6