BEKONG, GANYONG, DAN HARI KEDUA

Hari sebelumnya, sebelum kami tidur. Aruna mengatakan bahwa kemungkinan besar kami harus bangun pagi. Jadi kami menyalakan alarm pukul 4.15 kepada handphone Liris dan Aruna. Dan juga alarm pukul 4.16 kepada iPod Aruna. Ternyata kami kepagian sekali, jadi kami tidur lagi. Kami bangun lagi jam 5, dan pergi mengambil air. Berhubung aku dan Aruna mau ujian, kami mengerjakan soal IPA. Ketika kami sudah selesai dengan IPA, kami diminta untuk pindah ruangan. Jadi kami pindahan sebentar dan mengerjakan soal BI. Tak lama setelah dimulai, kami semua dipanggil oleh Ummi. Kami diminta untuk mengambil daun pisang, dan juga merobeknya jadi segi panjang yang banyak. Segi panjang tersebut dibikin jadi bekong. Bentuknya silinder, yang bolong ditengah. Bekong tersebut diisi dengan tanah yang sudah disiapkan. Setelah diisi, bekong ditanami bibit. Ada 4 jenis bibit. Yang pertama adalah bibit warisan. Bibit warisan, seperti dinamanya, adalah bibit yang diwariskan. Bibit lokal adalah bibit yang didapatkan dari […]

Continue Reading

RENCANA DADAKAN DAN HARI PERTAMA

Selain perjalanan ke Garutnya, perencanaannya pun seru. Hari itu hari Sabtu, aku sedang di Rockstar menunggu kelas. Sambil menunggu aku menontak Aruna. Aruna menceritakan perjalanan yang akan dialaminya dengan kak Andro dan kak Liris. Tiba-tiba dia mengajakku. Dan ternyata jadwal keberangkatannya itu kurang dari satu minggu. Walaupun dadakan, aku tetap ikut! Bersama dengan kak Zaky, Fattah, dan Husayn. Pukul 5 pagi aku sudah bangun, segera aku mandi dan sarapan. Pukul 6.15-nya aku, ibu, dan bapak sudah siap berangkat. Perjalanannya muter2 karena Pasar Senen kebakaran. Jadi kami baru sampai Stasiun Pasar Senen pukul 7.52. Disana kami bertemu dengan kak Zaky. Mengingat kalau kami naik kereta siang, aku dan Kak Zaky beli makan siang di warung dekat stasiun, untuk makan di kereta. Ketika kami balik, kami menunggu Husayn dan Fattah. Sekitar 15 menitan kami sudah lengkap. Kami pamit ke orangtua masing2 dan naik ke peron. Kereta kami adalah Serayu Pagi. Kursi kami […]

Continue Reading

Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – Bermain ke Semarang

Pada hari minggu itu, tante Ira membawa mobilnya yang besar dan mengantar kami ke Semarang. Kami berangkat jam 3-an, dan sampai di Semarang lumayan malam. Di Semarang, kami menuju ke Rumah Bhakti Ibu. Yaitu rumah bersalin. Kata ibu, kita akan tinggal disitu beberapa hari. Aku, ibu, dan kakak beristirahat di salah satu ruang untuk ibu hamil atau beberapa hari setelah melahirkan. Di sana baunya…. Aneh. Asing lebih tepatnya. Yang kumaksud itu kamarnya. Kamarnya juga berwarna pink di mana-mana. Dinding, korden, tempat tidur, lemari, bahkan kamar mandinya pink. Lucu. Di koridornya berbau normal. Paginya aku bertemu dengan keluarga tante Annette yang juga ikut acaranya ibu. Ada juga keluarga tante Moi. Tante Ellen juga mengenalkanku kepada anaknya, yaitu Vima. Membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk mendapatkan kenyamanan. Tetapi setelah bermain game yang greget, kami jadi makin dekat. Di tengah-tengah koridor (atau pas didepan pintu masuk utama), ada perosotan kecil dan dua kuda-kudaan. […]

Continue Reading

Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – KONGRES Anak Merdeka

Puncak acara Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif adalah KONGRES Anak Merdeka. KONGRES itu seperti rapat besar atau sidang, sidang yang ini membicarakan hak-hak anak. Kami di bagi menjadi 9 kelompok yang dibagi berdasarkan kelas. Di kelompokku ada Emma, Jeno, Meda, dan Nane. Kami membicarakan beberapa hal. Yang pertama tentang pengendara motor di bawah usia. Belakangan ini, kami lumayan sering lihat pengendara motor di bawah usia. Alasan-alasannya bisa berbeda-beda. Bisa saja karena gensi, atau karena tren, mungkin juga terpengaruh sesuatu. Baik teman atau yang di lihatnya. Salah satu yang kami tahu adalah sinetron. Di sinetron mungkin kelihatan keren, jadi mereka ingin kelihatan keren ditambah dengan rasa ingin tahunya. Mengapa pengendara motor di bawah usia bahaya? Karena bahaya dapat timbul karena perasaan “bebasnya”. Emosi mereka juga kurang stabil. Kurang bertanggung jawab dan belum memiliki surat. Kalau terjadinya kecelakaan (bagi pengedara maupun sekitarnya), yang kena orangtua. Solusinya bisa saja untuk orangtua, mereka harus memperhatikan anaknya […]

Continue Reading

Perjalanan Jogja, Semarang, Salatiga – Pertemuan Nasional Pendidikan Alternatif

Jum’at (21/10/2016) pagi, kami kedatangan tamu yaitu tante Mella. Tante Mella baru datang dari stasiun kereta. Tante Mella juga ikut acaranya, jadi pagi sekitar jam 7-an ibu dan tante Mella pergi ke Salam (Sanggar Anak Alam) duluan. Tak lama kemudian bapak juga pergi duluan. Beberapa jam setelah itu, kami diajak teman-teman (Atau murid atau saudara, kurang tahu) tante Ira (dari ERUDIO School of Art) untuk ke Salam. Hari itu juga kami check-out dari homestay. Suasana di Salam sudah berbeda dibandingkan dengan kunjungan-kunjungan sebelumnya. Di Salam ada tenda besar dan banyak kursi. Ada juga peserta-peserta dari lembaga-lembaga lain. Di sana ibu mengatakan karena tante Mella perwakilan dari Klub OASE, aku dan kakak jadi “anak”-nya tante Mella. (Anak itu maksudnya kayak pengikut, jadi kita ngikutin tante Mella) Acara sudah mau mulai, jadi aku duduk di sebelah salah satu murid tante Ira. Namanya kak Joja, kelas 2 SMA. Setelah kenalan dikit, pembukaan dimulai. […]

Continue Reading
1 2 3 17